Friday, September 11, 2009

Astaghfirulloh -Cak Nun-

Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya
Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya

Ya Alloh gusti nyuwun pangaksami
sampun dangu kawulo ninggalke agami
Infaq, shodaqoh lan kitab suci
nyuwun tuntunan ilahi robbi

Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya
Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya

Ya Alloh gusti kang ndamel jagad
kathah bilai kawulo sambat
Punopo coba punopo laknat
istighotsahan maos sholawat

Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya
Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya

Ya Alloh gusti kang maha tartil
paringono iman jujur lan adil
Negara aman songko wong jahil
agama adoh akale kancil

Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya
Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya

Urip ramadhan posone suwung
silaturahmi tanpo disambung
Kapan dwi warno nunggal ing jantung
getih daging ngabdi ora suwung

Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya
Astaghfirulloh robbal baroyya
astaghfirulloh minal khothoyya



“Kau Ini Bagaimana Atawa Aku Harus Bagaimana” -Gus Mus-

[Versi Audio Video Puisi ini]

Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

aku harus bagaimana?
kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

kau ini bagaimana?
kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan

aku harus bagaimana?
aku kau suruh maju, aku mau maju kau serimpung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

kau ini bagaimana?
kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

aku harus bagaimana?
aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain

kau ini bagaimana?
kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

aku harus bagaimana?
aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

kau ini bagaimana?
kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

aku harus bagaimana?
aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab

kau ini bagaimana?
kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

aku harus bagaimana?
aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

kau ini bagaimana?
kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

aku harus bagaimana?
kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

kau ini bagaimana?
aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

1987
Mustofa Bisri (Gus Mus)

Dengan Meng-Klik Iklan Yang ada dibawah ini, Anda telah Menyumbang untuk keberlangsungan BLOG ini, Thanks Yach


aku tak bisa lagi menyanyi -Gus Mus-

Aku tak bisa lagi menyanyi
bagiku tak ada lagi lirik dan musik
yang menarik untuk ku nyanyikan
bersamamu ataupun sendiri

burung-burung terlalu berisik
mendendangkan apa saja
setelah mereka merdeka
membuatku tak dapat lagi mengenali
suaramu atau suaraku sendiri

taman tempat kita istirahat becek darah
yang seharusnya tak tumpah
jalan-jalan tempat kita mendekatkan hati
tertutup dihadang geram dan amarah
malam malam tempat kita menyembunyikan cinta
dionarkan kobaran kebencian
daging daging yang selama ini kita manjakan
pun ikut terpanggang api dendam
udara di sekitar kita meruapkan bau terlalu anyir
dan lalat lalat berpesta dimana mana

bagaimana aku bisa menyanyi
aku tak mampu meski menyanyikan lagu duka
aku tak bisa mengadukan duka pada duka
mengeluhkan luka pada luka
senar gitarku putus
dan aku tak yakin mampu menyambungnya lagi
dan langit pun seolah sudah muak
dengan lagu lagu bumi yang sumbang

maaf sayang
aku tak bisa lagi menyanyi
bersamu ataupun sendiri
entah, jika nabi daud datang
membawa seruling ajaibnya





Sujud -Gus Mus-

Bagaimana kau hendak bersujud pasrah
sedang wajahmu yang bersih sumringah
keningmu yang mulia
dan indah begitu pongah
minta sajadah
agar tak menyentuh tanah.

Apakah kau melihatnya
seperti iblis saat menolak menyembah bapakmu
dengan congkak,
tanah hanya patut diinjak,
tempat kencing dan berak
membuang ludah dan dahak
atau paling jauh hanya jadi lahan
pemanjaan nafsu
serakah dan tamak.

Apakah kau lupa
bahwa tanah adalah bapak
dari mana ibumu dilahirkan,
tanah adalah ibu yang menyusuimu
dan memberi makan
tanah adalah kawan yang memelukmu
dalam kesendirian
dalam perjalanan panjang
menuju keabadian.

Singkirkan saja
sajadah mahalmu
ratakan keningmu,
ratakan heningmu,
tanahkan wajahmu,
pasrahkan jiwamu,
biarlah rahmat agung
Allah membelai
dan terbanglah kekasih


Ya Rasululloh 2 -Gus Mus-

Ya Rasululloh salawat dan salam bagi paduka
dari kedua mataku yang menggenang air mata dan darah
terasa kulihat manik manik mutiara berkilauan di kedua mata paduka
paduka pasti terluka memandang kelakuan kami
paduka pasti berduka

Oh rasululloh oh kekasih, ampun..
bukan kami hendak mempermalukan paduka
tapi kami tak sekuat paduka
dunia telah menguasai diri kami
padahal paduka telah berulang kali mengingatkan
kami terlalu memanjakan daging daging dan megabaikan sukma sukma kami
kami terlalu sibuk membela kepentingan sendiri
merebut materi sambil meneriakkan namaNya dan nama paduka
maka kami pun tak bisa mendengar
suara paduka yang merdu menghimbau penuh kasih sayang
mengajak saling menyayang

Ya rasululloh salawat dan salam bagi paduka
mereka yang tak mau mendengar paduka
tak percaya kebahagiaan hakiki yang paduka tunjukkan
telah mengejar kebahagiaan semu mereka sendiri
dan mereka harus membuktikan kekeliruan mereka
dalam kepahitan azab dan penderitaan

oh alangkah malang oh alangkah sayang
tak ada kebahagiaan pada daging yang dimanjakan
tak ada kebahagiaan pada kepentingan sesaat
tak ada kebahagiaan pada kepentingan sendiri yang dimenangkan
tak ada kebahagiaan pada kenikmatan singkat
tak ada kebahagiaan pada api yang membakar
tak ada kebahagiaan pada darah yang tertumpah
tak ada kebahagiaan pada dendam yang diumbar
tak ada kebahagiaan pada kobaran amarah
tak ada kebahagiaan pada puing puing berasap
tak ada kebahagiaan pada tangis dan ratap
tak ada kebahagiaan pada gagasan kebahagian
kecuali yang telah paduka tunjukkan


oh rasululloh oh kekasih
kami terlalu mencintai diri kami hingga mencelakakannya
ternyata paduka lebih mencintai diri kami
Ya Rasululloh salawat dan salam bagimu selalu

Pesan - Pesan perJuangan untuk adik Mahasiswa Baru

oleh: Galang Swatantra Ekajati

Meski ingin tapi rasanya aku tak berani mengucapkan 'selamat' untuk kalian adik-adik manisku yang baru saja dinyatakan lulus SNMPTN tahun ini. Bukan lantaran tak senang kalian diterima untuk menjadi 'mahasiswa' di perguruan tinggi negeri, tapi mungkin lebih karena ku pikir masih sangatlah panjang perjalanan yang akan kalian tempuh, jadi ku simpulkan untuk mengambil sudut pandang bahwa terlalu dini untuk mengucapkan selamat pada kalian.

Adik-adikku yang manis, sungguh merupakan kebanggaan yang amat sangat dapat melihat kalian bisa mengenyam pendidikan tinggi yang bagi sebagian kawan kawan kita merupakan 'mimpi' yang tak pernah terwujud. Bisa menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negeri adalah kesempatan yang mahal harganya. Maka janganlah kau sia siakan kesempatan ini.

Seorang kawan pernah berkata, "...hakikat pendidikan adalah untuk mengenali realitas diri manusia.", kemudian kawan kita itu melanjutkan, "...tapi pendidikan kita justru menjadikan kita robot-robot dengan mekanisme on/off sebagai dasar kerjanya. Pendidikan kita justru menjadikan kita semakin terasing dengan kemanusiaan kita sendiri". Dik, aku masih berusaha meyakini bahwa menimba ilmu di perguruan tinggi adalah penting meski aku belum menemukan sanggahan dan bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat seorang kawan tadi bahwa pendapatnya salah.

Adik-adik ku yang sedang berbahagia, bukan aku ingin membuat semangat kalian menjadi 'kendho'. Tapi justru aku berharap semangat mencari ilmu kalian ini akan terus kalian jaga sepanjang jalan tanpa kehilangan 'waspada' kalian. Minimal kalian tahu apa yang kalian pikirkan, minimal kalian tahu apa sejatinya yang kau tuju, minimal kalian tahu apa yang kalian kehendaki, minimal kalian tahu apa yang kau lakukan. Syukur-syukur tahu diri.

Sungguh masih sangat panjang jalan ini dan tak gampang. Aku cuman bisa berpesan, tetaplah rendah hati sebab itu lah kunci ilmu yang kau ingini.


Sebuah lagu nya Tom Paxton yang dinyanyikan Pete Seeger, untukmu.


What Did You Learn In School Today?
- Pete Seeger, Tom Paxton


What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?
What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?

I learned that Washington never told a lie
I learned that soldiers seldom die
I learnd that everybody's free
And thats what the teacher said to me
And thats what I learned in school today,
thats what I learned in school.

What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?
What did you learn in school today,

Dear little boy of mine?

I learned the policemen are my friends
I learned that justice never ends
I learned that murderes pay for their crimes,
Even if we make a mistake sometimes
And thats what I learned in school today,
Thats what I learned in school

What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?
What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?

I learned that war is not so bad
I learned about the great once we had had
We fought in Germany and in France
And some day I might get my chance.
And thats what I learned in school today,
Thats what I learned in school

What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?
What did you learn in school today,
Dear little boy of mine?

I learned our goverment must be strong
It's always right and never wrong!
Our leaders are the finest men
And we elect them again and again
And thats what I learned in school today,
Thats what I learned in school


***