Friday, October 31, 2014

Kesalahan Trader Menurut Pakar Psikologi

Artikel ini ditulis oleh Dr.Brett N. Steenbarger, Ph.D., seorang trader aktif yang juga professor dalam bidang psikologi di Behavioral Sciences at SUNY Upstate Medical University.  dan salah satu Bukunya yang terkenal adalah  ‘The Psychology of Trading’ (Wiley, 2002).
Berikut adalah salah satu artikel mengenai pengamatannya terhadap sejumlah trader yang datang berkonsultasi kepadanya:

Kesan yang saya dapatkan, para trader pada umumnya membuat 3 kesalahan dasar. Ketika mereka datang ke saya untuk mencari solusi psikologi, sebenarnya masalah dasarnya belum sampai ke taraf psikologi yang serius. Karena saya juga seorang trader, saya pernah untung dan pernah rugi, jadi saya bisa paparkan demikian:

1. Tidak mempunyai sistem trading yang valid
Mereka yakin masalah yang dialami dalam trading adalah faktor psikologi seperti tidak disiplin, atau kurang sabar. Tetapi setelah saya ajukan beberapa pertanyaan, masalah utamanya ternyata tidak mempunyai sistem trading yang benar-benar valid, paling tidak menurut keyakinan mereka. Mereka gelisah dan selalu ragu ketika trading karena pada dasarnya mereka tidak tahu pasti apa yang sedang dilakukan. Keraguan timbul karena mereka mengira apakah benar sistem trading yang digunakan akan seperti yang diharapkan.

Keraguan yang terus-menerus akan menyebabkan kegelisahan. Dan apakah Anda bisa trading dengan benar dalam keadaan psikologis yang demikian?  Ketika saya tanya mereka terus terang mengatakan belum pernah melakukan backtest terhadap metode atau strategi tradingnya, bagian dasar dari sistem trading, jadi bagaimana mungkin mereka tahu drawdown yang diharapkan? Jika mereka tidak tahu kehandalan sistem tradingnya untuk waktu lampau, bagaimana bisa mengharapkan sistemnya akan berjalan pada pergerakan harga real-time saat ini?

Trader yang mencari solusi psikologi sementara mereka tidak menguasai metode trading yang digunakan mengingatkan saya pada sepasang suami istri yang mencari solusi psikologi karena mereka tidak bisa berkomonikasi dengan baik. Setelah saya teliti, ternyata mereka memang tidak compatible satu sama lain, jadi apa yang bisa mereka komunikasikan? 

2. Berganti-ganti metode atau cara analisa

Kesalahan kedua yang saya temukan adalah mencoba mengganti metode atau cara analisa sebelum tahu benar penerapan metode tersebut pada kondisi pasar yang sedang terjadi. Jika Anda mengalami hal yang demikian, maka Anda perlu membuat jurnal trading guna mengetahui metode yang paling pas, dan kemudian Anda tidak harus menggunakan banyak metode ketika trading. Anda akan menjadi kurang yakin dan tegang jika berganti-ganti metode. Meski tujuan trading adalah memperoleh profit dalam waktu singkat, tetapi pendekatan yang ingin ‘sekali gebrak’ tersebut tidak bisa diterapkan.

3. Selalu berpikir negatif setelah pernah mengalami kerugian
Anda pernah rugi, tetapi mungkin juga pernah untung. Anda selalu ingat saat Anda rugi karena sebenarnya Anda takut rugi. Jika Anda takut rugi, pikiran Anda tentang trading akan selalu negatif. Kalau Anda mengalami hal ini, sebaiknya Anda istirahat untuk tidak trading hingga Anda yakin bahwa kerugian adalah bagian dari permainan (seperti sering diucapkan oleh para trader besar). Lakukan motivasi diri hingga Anda bisa berpikir dengan positif.
Selama 15 tahun ini saya melakukan konseling dan therapi pada rata-rata 130 orang client per tahun dengan teknik motivasi diri ini. (yn)


Source: gainscope.co.id

. . . . .
Get Adobe Flash player
InstaForex

3 Kesalahan Psikologis yang Sering Dialami Trader


Memiliki kemampuan analisa teknikal dan fundamental tidaklah cukup. Trader seringkali mengabaikan faktor psikologis, yang apabila tidak benar-benar diperhatikan, justru akan sangat berpotensi menjerumuskan akun Anda ke jurang Margin Call.

1. Keinginan untuk Cepat Kaya

Sebagian besar trader terjun ke dunia investasi forex dengan harapan cepat kaya. Alasan ini adalah salah besar karena akan menimbulkan target, yang ujung-ujungnya mendorong si trader untuk kehilangan kedisiplinannya, membuka posisi yang berlebihan, bahkan terlalu besar volumenya. Trading forex harus disesuaikan dengan modal dan kemampuan finansial masing-masing trader. Semakin besar posisi yang dibuka, semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh, namun resikonya semakin besar juga. Semakin sering seorang trader membuka posisi, semakin rawan pula terjadi kesalahan analisa di mana market akan bergerak berlawanan dengan posisi Anda. Bijaksanalah menentukan kapan harus masuk dan kapan harus keluar dari pasar dan selalu gunakan money management yang baik, sehingga kerugian apabila terjadi kesalahan analisa masih bisa ditanggung dan Anda masih punya amunisi yang cukup untuk melakukan regain.
Psikologi Trading

2. Berharap Benar Waktu Salah

Umumnya setiap trader punya strategi untuk menghadapi market, posisi buy atau sell, dengan lot yang sesuai, dengan target profit (TP) dan batas loss (SL) yang telah dikalkulasi dengan baik. Kesalahan yang sering terjadi, seorang trader telah membuka posisi buy dengan TP 800 pip dan SL 40 pip, sebuah rasio yang sudah tepat. Kemudian, harga justru bergerak turun, 10 pip, 25 pip dan si trader mulai bimbang, muncullah pemikiran: “Apakah analisaku salah? Sepertinya sudah benar kok, indikator A B C semua konfirm buy…” Akhirnya si trader menggeser SL menjadi 100 pip, melampaui target profit dan mengacaukan kalkulasi yang telah direncanakan. Bahkan lebih buruk lagi, saat harga turun 80 pip, si trader kembali menggeser SL menjadi 150 pip. Lebih ekstrim lagi, saat harga turun mendekati 150 pip, trader menghapus SL dan melakukan hedge. Seandainya SL tetap 40 pip, maka trader akan memiliki peluang besar untuk melakukan analisa ulang dan bahkan membuka posisi sell.

3. Takut Loss

Trader biasanya memulai kiprah di dunia forex dengan menggunakan akun demo. Ada beberapa yang menggunakan demo hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, ada pula yang terjun ke akun real lalu kemudian kembali ke demo setiap kali mengalami loss karena selalu kehilangan kepercayaan diri. Mencoba menggunakan akun real sangat penting, terutama untuk melatih kesiapan psikologis kita. Loss di akun real akan menimbulkan beban mental, karena itu uang sungguhan hasil kerja Anda yang hilang, bukan uang mainan. Namun, dibalik itu, banyak pelajaran psikologis yang bisa diambil, yaitu analisa kita tidak selalu tepat dan ada kondisi di mana market bergerak tidak sesuai dengan analisa Anda walaupun analisa sudah tepat. Tidak ada trading yang sempurna, tanpa loss, selama money management terjaga baik, trader akan tetap profit walaupun mengalami beberapa kali loss.


Source: idforex.com
. . . . .
Get Adobe Flash player
InstaForex