Posts

Pasemon

MASYARAKAT Jawa punya cara sendiri untuk menilai, juga mengkritik, orang lain. Cara tersebut adalah pasemon , yaitu kalimat sindiran yang halus, penuh lambang yang hampir tak teraba dan terbaca. Artinya, hanya orang-orang tertentu yang mengetahui arti kalimat sindiran itu. Tak hanya kepada orang biasa, para raja pun tak luput dari pasemon tersebut. Pasemon yang khusus ditujukan untuk kerajaan dan para raja ini biasa disebut praja . Sindiran ini biasanya muncul sebagai konsekuensi logis dari sifat, sikap, dan perilaku raja yang dianggap kurang baik, misalnya raja yang memerintah dengan tangan besi, raja mata keranjang, atau raja yang sikapnya cengeng. Setidaknya terdapat 19 pasemon praja yang selama ini sering terdengar di masyarakat Jawa. Bermacam pasemon praja tersebut, antara lain c atur rana semune segara asat , yang artinya empat medan pertempuran layaknya samudera kering. Pasemon ini digunakan untuk menilai kerajaan Jenggala, Kediri, Singasari dan Urawan. Kalimat sindiran ters...

biyuh biyuh

biyuh biyuh,...untune miji timun,,, lambene degan kemlamu t,,,,pipine bakpao isi angpao,,,bathuke lapangan golf,,,mripate nekeran kempul,,,,wajahe babi feses,,,lembehane ngglandhang gledekan...

Kotak Ajaib

tak mampu ku tangkap simpul mati dan apalagi ku urai, dalam sengkarut dunia dimana masa lalu masa kini dan masa depan berada pada satu kotak ajaib,,,

Rindu

tatkala indahnya kata-kata malu pada yang nyata,,,indahnya membisu sedang gerakmu isyaratkan rindu,,,,huhuhuhu,,,tangi turu, langsung meracau,,,achhh,,kacau kacau,,,

Perahu Laju

laju laju teruslah melaju, perahu kayu rapuh,,,terus memburu diatas airmata dan darah, tanah ibu pertiwi ku,,, mungkinkah sejenak kau menurunkan sauh, melabuh api dalam permenungan??!!...

Njogo Kali

Lah, Raden Said saja tak pernah belajar TPA, cuman njogo kali jadi wali...apalagi sampean yang sudah sekolah tinggi bahkan nyampe luar negeri,...? (^,^')

Sesal

mbah Dul berkata: ...Dan penyesalan tak akan ada, kecuali keragu-raguan yang melahirkannya....