Posts

:)

Image
oleh: Galang Swatantra Ekajati ya gusti..sampeyan kan senang sekali mengampuni...ampuni aku ya...sering sekali aku tidak menging-ingat kamu ...la gimana lagi, lawong buat mempertahankan untuk tetap hidup saja susah sekali, untuk bertahan kan ndak cukup cuma ingetin kamu terus saja, aku harus ngayuh becak, mencangkul sawah, atau menjaring ikan di lautan untuk makan istri dan anakku...apalagi menyekolahkannya supaya lebih pandai mengingatmu..kayuhan becakku harus lebih kuat, ayunan cangkulku mesti lebih dalam, dan perahuku tak boleh bocor bocor. ya gusti...sampeyan kan paling bisa memahami...jadi tak perlu kuminta lagilah pengertian itu, ya...jika aku sering tidak menyapamu di pagi siang sore dan malam hari, itu bukan berarti aku melupakanmu...karena aku yakin kau pahami segala sesuatu, maka ku pikir kau tak terlalu sering ku sebut sebut tak mengapalah toh engkau bisa mengerti..tapi perut anakku yang lapar kan susah berkompromi?! genthong di dapurku kan perlu diisi?! hutang hutang kepada...

Malingsia vs Indonesial dan Maha Maling Sial

by: Galang Swatantra Ekajati Tidak seperti biasanya setelah jadi wasit pertandingan sepak bola antar kampung di lapangan seperti sore tadi malamnya pastilah tak tampak batang hidungnya di warung mbak Nur, karena langsung ngorok dirumahnya karena capek, Kang Sumadi 'Jembut' kali ini ikut nimrung dalam obrolan kami di lincak warung mbak Nur malam itu. Kali ini lengkap, aku, Mbah Dul, Kang Marto 'Becak' yang bukan tukang becak melainkan petani itu ada disana. "Pertandingan sepak bola tadi sore itu seru banget loh, To, sayang kamu ndak bisa nonton", Kang Sumadi membuka pembicaraan. "Lawong aku aku tadi masih 'ngarit', kalo ndak dapet rumput, sapiku dirumah mau makan apa?!", Kang Marto menerangkan kondisinya sehingga tidak bisa ninting pertandingan sepak bila sore tadi. "Saking serunya nih, sampe sampe kedua kesebelasan hampir saja baku hantam. Untunglah saya sebagai wasit selalu adil dan tegas menilai persengketaan", ucap Kang Sumadi be...

Tirakatan

oleh: Galang Swatantra Ekajati Beberapa hari yang lalu mbah Dul didatangi beberapa warga kampung kami yang sedang gusar. Mbah Dul sebagai sesepuh kampung kata-katanya seringkali dijadikan acuan warga kampung. Tidak hanya wak jo wak min yang pernah datang ke rumah beliau untuk sekedar ngobrol dan numpang ngopi gratis tapi pak lurah dan pejabat kampung kami, biasanya untuk 'curhat' thethek bengek urusan mereka. Aku yang kebetulan sedang ngobrol di rumah mbah Dul dengan Kang Marto Becak pun jadi ikut-ikutan terkaget-kaget. Sebagai tuan rumah Mbah Dul menyambut dengan ramah kedatangan mereka. Setelah tamu tamu yang rata-rata masih berusia muda ini dipersilakan duduk, tak selang berapa lama Mbah Dul memahami maksud kedatangan mereka. "jadi ini mengenai pemilihan kepala kampung kita?" tangkap mbah Dul. "kita ini lepas dari cengkeraman singa masuk mulut buaya mbah" salah satu tamu mbah Dul berkata. "Kampung kita ini sudah berganti ganti kepala tapi tidak juga ...

2

by: Galang Swatantra Ekajati kunci ilmu adalah rendah hati, kunci rejeki adalah silaturahmu, kunci cinta adalah ikhlas..

1

by: Galang Swatantra Ekajati Jika kau ingin mendapatkan rahman (cinta yang meluas) maka bacalah... bacalah segalanya, bacalah kitab (buku), bacalah alam semesta, bacalah manusia manusia, bacalah tentang malaikat, iblis, fir'aun bacalah tentang binatang bacalah tetumbuhan, bacalah gunung gunung, bacalah lautan... semisal kau baca padi dan kau ketahui padi sangat suka kau pupuki maka kau akan dicintai padi dengan biji padi yang berisi untuk kau jadikan nasi dan kau makan setiap hari... Jika kau ingin rahim (cinta yang mendalam) maka setialah... setialah kepada hatimu, setialah kepada nuranimu, setiai keadilan, setiai kebenaran, setiai kejujuran, setiai kebaikan... semisal kau setiai keadilan, dan kau dapati rasanya pahit sekali, jangan kau muntahkan karenanya, karena bila kau mampu menahan rasa pahitnya kau akan mendapati dirimu dalam rahim darinya... Dan jika kau inginkan kedua-duanya, maka ikhlaslah...

Kambing menghukumi kambing

by: Galang Swatantra Ekajati Kambing adalah binatang piaraan yang paling susah di ‘angon’. Setidaknya itu kata mbah Dul dalam obrolan di teras surau kampung kami ba’da sholat isya’ waktu itu. “Kambing itu jika kamu tarik ke belakang, misalnya supaya tidak makan tanaman tetangga, dia akan ‘mberot’ ke depan. Dan sebaliknya kalau kamu ‘geret’ ke depan, misalnya supaya dia mau bergerak maju, maka dia akan ‘mberot’ ke belakang”. Mbah Dul menerangkan dengan antusiasnya yang khas. Selaruh kampung mengenal Mbah Dul ini selain sebagai tukang ngawinin orang alias penghulu, dia juga telah berpengalaman puluhan tahun dalam dunia ‘angon’ kambing. “Lah…kemudian apa kaitannya dengan tema kita hari ini mbah?” aku mencoba bertanya setelah tak menemukan korelasi tema dngan obrolan. Kemudian kang Marto ‘becak’ dan kang Sumadi ‘jembut’ yang ikut serta mendengarkan obrolan itu meningkahi hamper bersamaan, “Loh…memangnya tema kita hari ini apa toh?”. Aku yang tergolaong paling muda diantara mereka uang m...

kersik hati sunyi

by: Galang Swatantra Ekajati kersik hati sunyi lembayung layu oleh masa rindu terkesiap saksikan nyata mengharu biru cinta cahya maya maya merendai asa kersik hati sunyi isyarat genta kabut terkoyak bising telinga bedil dara dara kandung anak domba parau kata sisiri makna lidah ku kelu tatapmu kuyu kersik hati sunyi tangan tengadah menyapa airmata adalah cenderasa ketuk beku hatimu alunkan serunaimu alunkan serunaimu